Revitalisasi, Upaya Kemenag Jadikan KUA Referensi Layanan Publik

Jakarta (Kemenag) ---  Revitalisasi Kantor Urusan Agama (KUA) menjadi salah satu program prioritas Kementerian Agama di bawah kepemimpinan  Yaqut Cholil Qoumas. Program ini sekaligus menjadi upaya Kemenag untuk menjadikan KUA sebagai referensi layanan publik. 

Hal ini disampaikan Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Kemenag Muhammad Adib Machrus, saat menjadi narasumber dalam kegiatan Revitalisasi KUA melalui Program dan Layanan Bidang Urais Binsyar Tahun 2021 Angkatan ke-2, di Jakarta. Adib menjelaskan, selama ini  KUA dengan 10 tugas dan fungsi yang diemban menjadi wajah layanan Kemenag.

Maka menjadi keniscayaan jika ke depan, semestinya KUA juga menjadi referensi layanan publik Kemenag. “Mari kita bekerja sama mewujudkan impian kita tentang KUA yang benar-benar tangguh dan kuat, KUA yang benar-benar bisa menjadi outlet layanan publik di Kemenag,” ajak Adib Machrus, di Jakarta, Jumat (08/10/2021) malam. 

“KUA yang benar-benar manfaatnya dirasakan oleh masyarakat. KUA yang benar-benar meneruskan cita-cita para pendahulunya,”imbuh Adib. 

Di hadapan para peserta yang merupakan pengelola, penghulu, maupun penyuluh di KUA, Adib juga menyampaikan, bahwa mengurus KUA merupakan bagian merawat warisan ulama. Ini tak lain, merujuk pada sejarah terbentuknya KUA di Indonesia.

Gus Adib, begitu ia biasa disapa, menjelaskan bahwa  sejarah KUA diawali dengan lembaga kepenghuluan hingga kemudian bertransformasi menjadi Kementerian Agama merupakan perjuangan dari para ulama terdahulu.

Jauh sebelum kemerdekaan Indonesia, yang menjadi penghulu pertama di Indonesia adalah pendiri Nahdlatul Ulama Kiai Hasyim Asyari. Pada masa itu Kiai Hasyim Asyari disebut ‘sumubu’ dalam bahasa Belanda yang artinya penghulu.

“Siapa yang tidak kenal Kiai Hasyim Asyari pencetus resolusi jihad 10 November 1945 dan yang menggelorakan hubbul wathan minal iman itulah bapaknya KUA. Jadi saya merasa terhormat bisa melayani KUA, karena bisa menjadi bagian yang mengurusi KUA,” ujarnya kepada 78 peserta dari 27 KUA di tiga provinsi, yaitu Sumatera Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.

Acara yang digelar oleh Direktorat Urais Binsyar itu berlangsung selama tiga hari, Kamis-Sabtu, 7-9 Oktober 2021 dan menghadirkan narasumber Staf Khusus Menteri Agama RI Muhammad Nuruzzaman, dan Pakar Psikologi Konflik Ichsan Malik dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

(Anty)