Roh Kudus Mampukan Kita Jadi Orang Katolik yang Baik dan Benar

Saudara-saudari terkasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus. Hari ini Gereja merayakan turunnya Roh Kudus atas para pasul yang biasa disebut peristiwa Pentakosta.

Sejak zaman Perjanjian Lama, Pentakosta dimaknai sebagai turunnya Hukum Taurat di Gunung Sinai. Perayaan turunnya Hukum Taurat menandai era baru dalam kehidupan umat Allah, di mana kini mereka bukan lagi budak bangsa lain, tetapi umat kepunyaan Allah. Allah telah menyatakan Diri dalam kehidupan umat yang dikasihi-Nya. Dia yang tersembunyi, kini berkenan menyingkapkan diri-Nya sebagai Yahweh.

Selanjutnya, dalam Perjanjian Baru, Pentakosta dimaknai sebagai turunnya Roh Kudus atas para rasul. Dalam bacaan Injil, Roh Kudus dinyatakan sebagai Roh Kebenaran. Roh Kudus memberi kebijaksanaan dan membuat hati serta budi menjadi bening sehingga menuntun para murid di jalan yang benar. Roh Kudus juga memimpin mereka kepada kebenaran, yakni Yesus sendiri.

Ketika Roh Kudus belum turun, para murid diliputi ketakutan luar biasa. Mereka tidak berani keluar rumah karena pemimpin Yahudi mengancam mereka. Tetapi setelah Roh Kudus turun pada hari Pentakosta itu, segala sesuatu menjadi lain. Para murid yang tadinya takut, ragu, cemas, bimbang, mengunci diri di dalam ruang tertutup, berubah sama sekali. Roh Kudus memampukan para rasul memberi kesaksian iman sampai ke seluruh penjuru dunia sehingga banyak orang percaya kepada Kristus, mengikuti-Nya, dan diselamatkan.

Saudara-saudari yang terkasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus.

Anugerah Roh Kudus tidak pernah habis dan tidak hanya diberikan kepada para rasul. Kepada kita pun, Roh Kudus juga senantiasa dicurahkan. Saat menerima Sakramen Baptis, kita menerima Roh Kudus yang menyatukan kita sebagai warga Gereja. Dengan Sakramen Krisma, anugerah Roh Kudus semakin disempurnakan, kita diutus untuk bersaksi.

Dalam setiap sakramen yang lain pun kita menerima anugerah Roh Kudus. Bahkan, setiap saat, kalau kita selalu terbuka pada Tuhan, Roh Kudus senantiasa dianugerahkan kepada kita untuk membimbing kita.

Kehadiran Roh Kudus menjadikan kita mempunyai semangat hidup yang berkobar dan menyala-nyala sebagai orang Katolik yang baik dan benar. Roh Kudus juga membantu kita supaya berkata-kata secara cermat dan tepat, sehingga mudah dimengerti oleh orang lain. Apa yang dikatakan bukan kesombongan yang mengagungkan diri sendiri, tetapi perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan oleh Allah.

Roh Kudus menjadikan hidup kita selalu diwarnai oleh kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemah-lembutan, dan penguasaan diri (Gal 5:22-23). Roh Kudus membuat kita selalu mencintai kebenaran dan berani bersaksi tentang kebenaran, senantiasa mempunyai kemurnian hati dan budi, sehingga bertindak dengan bijaksana dan berjalan di jalan yang benar. Roh Kudus juga menyertai kita agar selalu memelihara iman, sehingga semakin mendalam dan tangguh. Ia senantiasa membimbing kita, orang-orang percaya untuk mendengarkan sabda Tuhan, memuliakan Allah dan mewartakan iman.

Peristiwa Pentakosta memberi pesan amat kuat tentang peran Roh Kudus dalam hidup kita. Roh Kudus sungguh mengubah hidup kita. Roh Kudus mampu memberi semangat baru kepada kita. Ia mampu membuat kita menjadi saksi dan tidak takut lagi akan risiko akibat kesaksian itu. Roh Kudus sungguh berkuasa dan bahkan jauh lebih kuat dari kecemasan kita. 

Mungkin terkadang kita mengeluh atau cemas tentang berbagai hal, terlebih lebih kecemasan akan mewabahnya pandemi Covid-19, yang sepertinya masih belum teratasi secara sempurna. Namun persoalannya sekarang ialah apakah kita sudah sepenuhnya membuka diri terhadap Roh Kudus? Apakah kita dengan sungguh sungguh membiarkan Dia berkarya dalam diri kita?

Pencurahan Roh Kudus dalam peristiwa Pentakosta utamanya adalah menghadirkan damai-sejahtera dan keselamatan yang telah dikerjakan dalam karya penebusan Kristus. Realitas tersebut diwujudkan dalam kebersamaan di tengah-tengah keberagaman, sehingga setiap pihak dapat memahami berita dan mengalami karya keselamatan Allah. Bila hati setiap umat dipenuhi oleh damai-sejahtera Kristus, maka setiap pemikiran, perkataan dan tindakan kita akan menghasilkan keselamatan bagi orang-orang di sekitar.

Kiranya peristiwa Pentakosta ini membuat kita semakin berani memberikan kesaksian tentang Kristus di tengah-tengah krisis kehidupan zaman ini, yang diprovokasi oleh serangan badai pandemi Covid-19 maupun oleh aneka krisis sosial lainnya. Marilah pada hari istimewa ini, kita membuka diri selebar-lebarnya untuk menerima anugerah Roh Kudus dan membiarkan diri dibimbing oleh-Nya.

Kendati masa Paskah telah berakhir dan kita akan kembali memasuki masa biasa, namun hidup kita jangan pernah biasa-biasa saja. Dengan bimbingan Roh Kudus, kita selalu berkobar untuk mencintai kebenaran dan semakin memperdalam iman, memperkokoh pengharapan, dan mewujudnyatakan kasih, damai, dan keadilan dalam hidup kita sehari-hari.

Tuhan memberkati dan melindungi kita, serta memberikan kita damai sejahtera. Selamat merayakan Hari Pentakosta.

 

Baron Feryson Pandiangan, S.Ag., M.Th (Pembimas Katolik Provinsi Aceh)