Sekjen Minta ASN Kemenag Pahami dan Laksanakan Tujuh Program Prioritas

Yogyakarta (Kemenag) --- Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Nizar menyampaikan agar seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama memahami dan dapat melaksanakan tujuh program prioritas Kementerian Agama.

“Untuk mewujudkan tujuh program prioritas Kemenag, harus didukung dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai di lingkungan Kemenag,” kata Nizar saat memberikan sambutan pada acara pengembangan kapasitas Aparatur Pemerintah di Lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, di Yogyakarta, Jum’at (19/8/2022).

Acara yang dirangkai dengan penguatan pelaksanaan tujuh program prioritas Kementerian Agama ini berlangsung tiga hari,  19 - 21 Agustus 2022, di Yogyakarta. Acara ini diikuti ASN Kemenag Jabar dan Kankemenag Kab/Kota seJabar juga beberapa ASN Kemenag Jabar yang sudah purna tugas.

Atas nama Sekjen Kemenag, Nizar mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada ASN yang sudah memasuki masa purnatugas atas dedikasinya dalam membangun Kanwil Kemenag Provinsi Jabar. Nizar menganggap bahwa dari tangan-tangan dingin para ASN terdahulu yang sudah membangun itulah Kementerian Agama menjadi lebih baik.

“Terima kasih saya ucapkan, atas segala pengabdian yang diberikan oleh para ASN Kemenag terdahulu. Kiranya menjadi amal jariyah buat kita semua. ASN Kemenag yang sudah purna tugas, sangat dibutuhkan di tengah masyarakat,” kata Nizar.

Selain itu, Nizar juga menyampaikan bahwa tujuh program prioritas Kementerian Agama tersebut adalah Penguatan Moderasi Beragama, Transformasi Digital, Tahun Toleransi Beragama, Revitalisasi KUA, Religiosity Index, Kemandirian Pesantren, dan Cyber Islamic University.

“Yang tak kalah penting juga adalah Univeritas Islam Internasional Indonesia (UIII). Dan ini berada di Jawa Barat,” kata Nizar.

Dalam penguatan nilai-nilai Moderasi Beragama, kata Nizar, Kemenag sudah banyak melahirkan agen-agen moderasi beragama di berbagai daerah. Sebagai pegawai Kementerian Agama, ASN Kemenag selayaknya lebih mengerti dan mampu memberi contoh kepada masyarakat dalam menebarkan nilai-nilai moderasi beragama.

“Transformasi digital, revitalisasi KUA, dan kemandirian pesantren terus dilakukan guna memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,” tandas Nizar.