Tekad Satgas Kawal Sertifikasi Halal di Ranah Minang

Padang (Kemenag) --- Sepiring lontong pical menyambut kedatangan saya di Kota Padang, Sumatera Barat, Kamis (29/09/2022). Panganan khas yang terdiri dari sayuran matang yang disiram kuah kacang ini serupa dengan pecel di pulau jawa atau gado-gado di tanah betawi.

Bedanya, lontong pical ini dilengkapi dengan mie kuning yang biasanya kita temui sebagai pelengkap mpek-mpek Palembang. "Ini pasti halal, Mbak. Dia panganan padang yang bahannya berasal dari hasil bumi. Masuk bahan dikecualikan sertifikasi halal," ujar Sekretaris Satgas Halal Provinsi Sumatera Barat Ikrar Abdi yang menemani kami sarapan pagi itu. 

Ya, selain lontong sayur padang kuah daun pakis, lontong pical menjadi salah satu panganan yang banyak dikonsumsi masyarakat ranah minang saat sarapan. "Selain itu, proses memasaknya insyaAllah sesuai syariah. Tapi memang belum bersertifikat halal. Ini yang harus kita perjuangkan," ujar Ikrar. 

"Tugas pengawas dan satgas halal itu tak kenal waktu. Sambil makan di warung pun, kita bisa sambil sosialisasikan itu ke pemiliknya," sambungnya. 

Pria yang juga menjabat Kepala Seksi Kemasjidan pada Kanwil Kemenag Sumatera Barat ini menuturkan, ia telah bertekad menjadi pejuang halal. Menurutnya, selain merupakan amanat undang-undang, jaminan produk halal juga merupakan syariat agama yang dipeluknya. 

"Halal itu perintah Tuhan, bukan sekedar perintah undang-undang, presiden, atau menteri," ujar lelaki kelahiran Bukittinggi 45 tahun lalu ini. 

"Diberi kesempatan jadi bagian satgas halal itu hal yang luar biasa. Dan saya memutuskan untuk tetap ada di jalan perjuangan ini," sambungnya. 

Keseriusannya untuk berada dalam jalan perjuangan ini dibuktikan dengan upaya membangun pengetahuan diri terkait jaminan produk halal.  Mantan penghulu ini diketahui telah menyelesaikan pendidikan dan pelatihan (diklat) sebagai pengawas halal dan TOT instruktur pendamping halal. 

Menurut Ikrar, perjuangan untuk menerapkan jaminan produk halal ini harus menjadi prioritas. Ia berkeyakinan ini menjadi jalan untuk membangun negeri. "Bahkan untuk membentuk keluarga sakinah saja, caranya dimulai dengan memberi makan keluargamu dengan makanan halal," ungkap Ikrar yang juga mendalami keluarga sakinah saat menyelesaikan pendidikan doktornya di UIN Imam Bonjol Padang. 

Karenanya, saat ini, Ikrar bersama dengan tim Satgas Halal Provinsi Sumatera Barat juga tengah gencar menyosialisasikan program Sertifikasi Halal Gratis (Sehati). "Kami juga menjalin kerja sama dengan dinas-dinas terkait. Kita ingin pelaku UMK Sumbar dapat mendaftar program ini," ujar Ikrar. 

Ikrar tak sendiri. Saat ini, ratusan anggota satgas halal provinsi di seluruh Indonesia juga tengah bergerak untuk menyukseskan Sehati. 

BPJPH membuka fasilitasi sebanyak 324.834 kuota sertifikasi halal gratis untuk UMK di seluruh Indonesia. Pendaftarannya dapat dilakukan melalui ptsp.halal.go.id sampai 19 Oktober 2022. 

"Satgas Halal Sumbar juga terus menjalin komunikasi dengan Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LPPPH). Kita optimistis, jumlah pengajuan Sehati di Sumbar akan meningkat, mohon doanya," kata Ikrar.