Transformasi Digital, Cara Gus Yaqut Benahi dan Cegah Korupsi di Kemenag

Jakarta (Kemenag) --- Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan saat ini ia dan jajarannya tengah melakukan transformasi digital terhadap seluruh layanan dan sistem Kementerian Agama (Kemenag). Hal ini dilakukan sebagai langkah untuk membenahi serta mencegah terjadinya korupsi di Kemenag. 

Pernyataan ini disampaikan Gus Yaqut, begitu ia biasa disapa, alam Webinar dengan tema “Komitmen Kementerian Agama Meningkatkan Integritas dan Budaya Antikorupsi” di Jakarta. Menurut Gus Yaqut, ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo saat pertama kali memanggilnya untuk diberi amanah memimpin Kemenag. 

“Saya ketika dipanggil Presiden untuk mendapatkan tugas ini, apa yang beliau pesankan? Perbaiki tata kelola di Kementerian Agama. Berarti (selama ini) ada yang salah,” kata Gus Yaqut, Rabu (1/12/2021). 

“Kalau tata kelola salah, maka ujung-ujungnya pasti ada penyimpangan. Penyimpangan bisa macam-macam. Bisa penyimpangan terhadap pelayanan kepada publik, bisa juga penyimpangan pelayanan keuangan negara,” imbuhnya. 

Gus Yaqut melanjutkan, untuk mencegah penyimpangan-penyimpangan tersebut pihaknya saat ini tengah mengembangan digitalisasi layanan yang akan segera dirilis pada Januari mendatang. 

“Setahun terakhir ini kita sedang menyiapkan digitalisasi transformasi digital atas semua pelayanan dan tata kelola Kementerian Agama, supaya yang tadi diharapkan Pa Gufron (Wakil Ketua KPK Nurul Gufron-red) bahwa semua menjadi transparan, akuntabel, terbuka, sehingga tidak ada ruang-ruang gelap lagi di Kementerian Agama insya Allah bisa terwujud,” ungkap Gus Yaqut.  

“Di awal Januari ini insyaAllah sudah siap. Kita bangun sistem ini dengan detil, pelan-pelan, sambil kita terus tambal sulam. memang butuh waktu. Dan saya minta seluruh jajaran di kementerian agama, mulai menyesuaikan diri dengan ini,” sambungnya. 

Gus Yaqut mengungkapkan, dirinya kerap kali teringat bahwa Gus Dur pernah berkata, Kemenag itu seperti pasar karena mencari apa saja ada di sana, kecuali agama. Ia berharap dengan perbaikan tata kelola, Kemenag mampu membuktikan bahwa kekhawatiran Gus Dur tidak terjadi. 

“Saya mau Kementerian Agama ini menjadi teladan kementerian lain. Saya ingin kita menjawab keraguan Gus Dur. Meskipun saat ini Gus Dur sudah gak ada. Bahwa kementerian ini bukan seperti pasar yang semua ada kecuali agama. Tapi, kementerian ini menjadi pasar agama-agama. Sehingga mau mencari nilai kebaikan seperti apa pun, ada di kementerian ini,” tegas Gus Yaqut.  

Senada dengan Menag, Wakil Ketua KPK Nurul Gufron yang hadir menyampaikan Keynote Speech dalam webinar tersebut juga berharap berharap Kemenag tidak hanya berhenti pada komitmen antikorupsi, tapi juga  menjadi teladan bagi kementerian lain dalam pencegahan korupsi di Indonesia.

“Karena namanya saja Kementerian Agama, semestinya kementerian ini memiliki dan mencerminkan nilai-nilai luhur yang ada di agama-agama di Indonesia. Dan salah satunya, kami yakin, nilai luhur itu adalah anti korupsi. Harapannya KPK menyambut baik dan berharap Kemenag menjadi teladan anti korupsi bagi kementerian yang lain atau pun daerah,” tutur Gufron.