Tuhan Selamatkan Semua Orang

Saudara-saudariku. Setiap orang yang sedang sakit bisu dan tuli, pastilah sangat menderita. Orang sakit itu tidak bisa berbicara menyampaikan pesan kehendak hatinya. Ia tidak bisa mendengar dengan baik, sehingga seringkali terjadi salah komunikasi dengan siapa saja yang diajak bicara atau mengajaknya berbicara. Maka tak ada orang yang menginginkan hal demikian di masa hidupnya.

Ketika disembuhkan, ia akan merasa bahagia. Yesus hadir membawa kehidupan baru. Orang yang mengalami kasih Yesus, maka hatinya terbuka, mendengarkan Sabda Yesus dan mewartakan kebaikan-kebaikan Yesus.

Suatu peristiwa, ada seorang yang tidak diketahui namanya, membawa orang bisu-tuli kepada Yesus. Orang yang bisu dan tuli digambarkan sebagai orang yang tertutup dengan sabda Allah, dan ia tak bisa menyampaikan pesan sukacita dengan gembira. Namun, Yesus justru menyembuhkan orang yang sakit bisu tuli, meskipun orang itu bukan orang Yahudi.

Mukjizat penyembuhan terjadi. Effata! “… terbukalah telinga orang itu dan seketika itu juga terlepas pulalah pengikat lidahnya”. Keselamatan bagi semua orang, tidak terbatas hanya kepada orang-orang Yahudi saja.

Antara pendengaran dan lidah memang erat hubungannya. Bisa jadi orang itu sebenarnya tidak bisu tetapi karena lidahnya diikat, maka dia menjadi orang yang sungguh terikat. Bisa juga orang ini pun tidak tuli. Karena orang akan menjadi bisu karena ia tuli. Tidak adanya kata yang masuk ke telinga, menyebabkan alat bicaranya pun tidak dapat memproduksi jenis kata dan bunyi yang mempunyai arti bagi orang di sekitar.

Saudara-saudariku. Mukjizat ini membawa kita pada pesan yang lebih mendalam. Bukan hanya Yesus menyembuhkan secara fisik, yaitu kesembuhan telinga bisa mendengarkan dan lidah yang bisa berkata-kata.

Markus mengajak kita supaya kita memahami peristiwa mukjizat Yesus menyembuhkan itu pada kesembuhan hati; Jiwa rohani kita supaya mampu mendengarkan suara Tuhan, jiwa rohani kita supaya mampu mewartakan sabda Tuhan. Kebaikan-kebaikan Tuhan dinyatakan pada kehadiran Yesus yang menyembuhkan telinga hati dan mulut batin kita.  Hati yang jernih mendengarkan sabda Allah dalam diri kita.

Saudara-saudariku, hati yang tulus, suci, murni akan mewartakan kebaikan Allah di dalam hidup kita bagi kebaikan banyak orang. Semoga kita selalu terbuka kepada Yesus Kristus dan mau disembuhkan, serta berjalan sambil mewartakan kebenaran iman kita. Yaitu, Yesus Kristus, yang akan memasuki kota Yerusalem, di mana Ia akan menderita, wafat, dan bangkit. Yesus hadir sebagai Sang Juruselamat kita.

Marilah kita berdoa. Allah Bapa Yang Maharahim, kami bersyukur atas sakramen cinta kasih-Mu ini. Mampukanlah kami untuk melihat dan mewartakan karya cinta kasih-Mu dalam hidup sehari-hari. Utuslah Roh Kebijaksanaan-Mu untuk membimbing kami dalam peziarahan menuju kepada-Mu. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

 

Suko Pranyoto (Pembimas Katolik Provinsi Jawa Timur)


TERKAIT

Kelegaan di dalam Kesesakan

Kamacchanda

Kekuatan Memberi

Satu Kata Satu Tindakan