Rabu, 6 Maret 2013, 21:53 –
Kemenag Kembangkan Monitoring Satker Terintegrasi e-MPA

Jakarta (Pinmas) —- Sistem Elektronik Monitoring Pelaksanaan Anggaran (e-MPA) nantinya akan diintegrasikan dengan monitoring satker atau monitoring program tertentu. Setiap satker nantinya diharapkan dapat menyatukan laporan pelaksanaan program dan anggarannya ke dalam e-MPA sehingga tidak menimbulkan kesan terlalu banyak yang harus dilaporkan.

Penegasan ini disampaikan Sekjen Kementerian Agama, Bahrul Hayat, ketika membuka Sosialisasi e-MPA Kementerian Agama Tahun 2013 di Auditorium HM. Rasjidi Gedung Kemenag Jl. MH Thamrin Jakarta, Selasa (5/3). Hadir dalam kesempatan ini, para penanggung jawab dan operator e-MPA di Kantor Pusat, Kantor Wilayah Kementerian Agama, dan Perguruan Tinggi Agama.

“Semuanya akan menjadi satu kesatuan yang terintegrasi sehingga cukup mudah untuk melakukan monitoring, reporting, dan evaluasi,” terang Bahrul.

Terkait hal itu, menurut Bahrul, akan terus dilakukan pengembangan sistem monitoring program. Di Direktorat Pendidikan Islam misalnya, sudah ada beberapa hal yang dilakukan dan akan terus dikembangkan, yaitu:

Pertama, sistem informasi manajemen BOS. Tahun lalu, Kemenag telah mengembangkan SIM-BOS yang dijadikan sebagai instrumen sejak perencanaan sampai pada pelaksanaan dan pelaporan. “SIM-BOS tentu tidak diperlukan semua unit, tapi digunakan Ditjen Pendis, dan akan diintegrasikan dengan e-MPA,” kata Bahrul.

Kedua, sistem informasi manajemen sertifikasi guru. Sistem ini dibutuhkan agar Kemenag dapat mengetahui sistem tentang berbagai hal yang terkait dengan sertifikasi guru. Dengan demikian, bahasan yang terkait data dan lainnya tidak bisa lagi dilakukan berdasarkan spekulasi.

Ketiga, sistem informasi manajemen penyaluran tunjangan guru, baik tunjangan profesi, tunjangan subsidi fungsional guru, maupun lainnya. “Sistem ini juga bisa digunakan untuk tunjangan penyuluh dan tugas fungsional lainnya,” tambah Bahrul.

Keempat, sistem informasi manajemen bantuan rehabilitasi madrasah. Melalui sistem ini, program pembangunan madrasah atau rehab madrasah bisa diketahui secara baik kondisi madrasah sebelum direhab dan setelah mendapat bantuan renovasi atau bahkan pembangunan.

Kelima, sistem informasi manajemen beasiswa, baik beasiswa miskin maupun prestasi. Kemenag akan membuat sistem untuk memonitor pemberian beasiswa. Dengan demikian, mekanisme pemberian beasiswa bisa lebih teratur, tepat sasaran sehingga lebih dirasakan oleh masyarakat.

“Kita sudah mengalokasikan anggaran beasiswa bagi 40% dari jumlah siswa, tapi tetap masyarakat belum merasakan kehadiran program ini. Ini berarti ada sesuatu dan ini butuh sistem informasi manajemen penyaluran beasiswa,” tegas Bahrul.

Bahrul meminta agar setiap sistem yang dikembangkan digunakan dengan baik. “e-MPA harus digunakan. Jangan sampai tetap menjadi alat yang tidak digunakan. Pengembangan e-MPA adalah satu dari sekian program yang kita ingin jadikan sebagai upaya perbaikan tata kelola Kementerian Agama,” pinta Bahrul.

Selain monitoring satker atau program, Kemenag juga akan mengembangkan indikator lain yang bisa digunakan untuk menyusun opini laporan keuangan satker. “Kita sudah mengkomunikasikan hal ini kepada BPK. Itjen dan BPK akan kita minta untuk mengembangkan sistem seperti BPK membuat opini untuk Kementerian,” ujar Bahrul.

Dari sistem itu, diharapkan dapat diketahui mana saja satker yang sudah baik (WTP) dan belum (disclaimer). “Secara nasional, Kemenag memang sudah baik. Tapi mungkin masih ada satu – dua satker yang masih disclaimer.” kata Bahrul.(mkd)

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.008861 detik
Diakses dari alamat : 103.7.12.68
Jumlah pengunjung: 12592870
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013. Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.