Selasa, 7 Mei 2013 –
Dirjen Pendis Targetkan 2014 Tunjangan Sertifikasi Guru Rp 1,9 Triliun Terbayar

Jakarta (Pinmas) —Dirjen Pendidikan Islam (Pendis) Kementerian Agama, Prof. Dr. Nur Syam menjelaskan, hingga kini kementerian tersebut masih memiliki utang kepada para guru sebesar Rp1,9 triliun dan pada 2014 pembayaran dana pasca sertifikasi para guru tersebut sudah harus lunas.

Dana sebesar Rp1,9 triliun sampai kini belum dibayar karena berbagai hal, katanya tanpa menyebut penyebabnya lebih detail. Tapi pada 2014 hutang kepada guru itu sudah harus lunas.

Penegasan Dirjen Pendis tersebut disampaikan ketika meninjau pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI) di MIN 16 Cipayung, dan Madrasah Al Hamid Cilangkap di kawasan Jakarta Timur, Senin (6/5).

Nur Syam saat itu didampingi Kepala Kanwil Kemenag Prov DKI Jakarta Akhmad Murtado, Kasubdit Kurikulum dan Evaluasi Kidup Supriyadi dan sejumlah pejabat lainnya. Dirjen Pendis tersebut mengaku prihatin karena hak guru sebagai tunjangan profesinya sampai saat ini belum terbayarkan, tetapi ia berupaya bahwa dana pasca sertifikasi para guru sebesar Rp1,9 yang belum terbayarkan pada 2014 sudah harus lunas.

Kejadian ini juga dialami para guru di lingkungan Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) yang jumlahnya ia perkirakan mencapai Rp8 triliun. Untuk itu ia minta agar para guru tidak merasa khawatir bahwa hal itu akan terbayar. Tentu dengan catatan, data yang ada harus sesuai. “Mudah-mudahan tidak ada kesalahan pendataan, sehingga tunjangan profesi itu bisa dibayar,” ia menegaskan.

Terkait dengan hal itu, ia pun minta para guru tetap dapat memberikan kemampuannya untuk anak didik sehingga kualitasnya ke depan makin baik.

Kementerian Agama, lanjut dia, pada 2013 ini tak dapat menerapkan kurikulum 2013 sebagaimana dicanangkan Kemendiknas. Pasalnya, dari sisi anggaran belum memungkinkan untuk melakukan implementasi kurikulum 2013.

Karena itu, ia menyatakan, Kementerian Agama akan memfokuskan pada persiapan pelaksanaan penerapan kurikulum 2013 itu, yaitu dengan sosialisasi, pencetakan buku pedoman kurikulum 2013, pelatihan tenaga guru dan hal lainnya.

“Tidak mengapa mengalami keterlambatan, karena selain anggaran masih doblokir juga untuk melakukan persiapan lebih mantap,” ia menegaskan.(ant/ess)

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.013684 detik
Diakses dari alamat : 10.1.7.64
Jumlah pengunjung: 12030589
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013. Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.