Sabtu, 17 Agustus 2013, 19:12 –
Ini Program Strategis Kemenag Dalam Pendidikan

Jakarta (Pinmas) —- Masalah pendidikan menjadi bagian penting yang disampaikan Presidan Soesilo Bambang Yudhoyono dalam pidato kenegaraannya di DPR, Jumat (16/08). Presiden menegaskan bahwa pengentasan kemiskinan merupakan prioritas dan itu di antaranya ditempuh melalui pemberian bantuan siswa miskin dan bantuan operasional sekolah (BOS) sehingga akses masyarakat terhadap pendidikan terbuka luas.

“Program pendidikan yang diselenggarakan Kementerian Agama sejalan dengan kebijakan Presiden,” terang Sekjen Kemenag Bahrul Hayat ketika ditemui Pinmas dalam kesempatan Open House Silaturahmi bersama para pejabat dan pegawai Kementerian Agama di rumah dinasnya, Jakarta, Sabtu (17/08).

Menurut Bahrul, apa yang disampaikan Presiden dalam pidatonya adalah capaian sekaligus proyeksi yang ingin dicapai di masa mendatang. Untuk itu, lanjut Bahrul, Kementerian Agama berkomitmen untuk terus mensukseskan program pembangunan pendidikan.

Bahrul menjelaskan bahwa beberapa tahun terakhir, Kementerian Agama telah melaksanakan program-program strategis di bidang pendidikan, seperti penuntasan program wajib belajar. “Untuk mensukseskan program itu, maka rehabilitasi seluruh gedung MI dan MTs harus tuntas ke depan,” tegas Bahrul

“Akses wajib belajar 9 tahun juga diperluas dengan meningkatkan besaran biaya operasional dan beasiswa,” tambah Bahrul.

Selain itu, lanjut Bahrul, Kementerian Agama juga akan memberikan BOS untuk memperluas akses peserta didik masuk ke pendidikan menengah (Madrasah Aliyah). “BOS Madrasah Aliyah akan diluncurkan dan unit cost nya juga disesuaikan dengan yang baru. Itu yang akan dilakukan,” kata Bahrul

Bahrul menandaskan bahwa program ini merupakan akselerasi penerapan Pendidikan Menengah Universal (PMU). “Ini bahasa lain dari merintis wajib belajar 12 tahun. Kementerian Agama sama dengan Kemendikbud, yaitu mengambil kebijakan ini, termasuk penyediaan BOS untuk MA, negeri dan swasta,” ungkap Bahrul.

Kementerian Agama juga melakukan percepatan program sertifikasi. Ke depan, kata Bahrul, rata-rata 100.000 guru madrasah akan disertifikasi sehingga diharapkan tahun 2015 – 2016 sudah selesai semua.

Akses masuk perguruan tinggi juga akan dibuka secara lebih luas. Bahrul mengatakan, Kementerian Agama telah menyiapkan beasiswa bagi mahasiswa yang tidak mampu, baik sebelum masuk perguruan tinggi maupun setelah terdaftar sebagai mahasiswa. “Itu semua akan disangga oleh beasiswa. Sekarang telah disiapkan 75.000 beasiswa miskin di Kementerian Agama untuk semua mahasiswa,” terang Bahrul.

“Setiap tahun juga disediakan 1.000 – 2.000 beasiswa untuk mahasiswa yang dari awal mendaftar sudah tergolong tidak mampu. Dia meminta sejak awal, sehingga daftar pun sudah gratis,” tandas Bahrul.

Di samping itu, agar bisa menekan biaya SPP, Kementerian Agama juga memberikan bantuan operasional perguruan tinggi. Menurut Bahrul, biaya yang dikeluarkan masyarakat akan ditekan dengan uang kuliah tunggal yang nilainya tidak besar. “Perguruan Tinggi Negeri di lingkungan Kementerian Agama biayanya relatif rendah karena kita memang tidak mau menaikkan. Dan ini akan diluncurkan,” jelas Bahrul. (mkd)

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.011889 detik
Diakses dari alamat : 103.7.12.72
Jumlah pengunjung: 13339003
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2014. Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.