Kelegaan di dalam Kesesakan

Shalom. Refleksi Kristen pekan ini mengangkat tema “Kelegaan di dalam Kesesakan”. Bagaimana caranya kita mengalami kelegaan ketika kita dalam keadaan sesak? 

Suatu pengalaman yang sangat tidak menyenangkan ketika kita mengalami kesesakan. Kata sesak di sini bisa dalam bentuk penyakit, seperti asma, TBC, Pneumonia, dan Emboli Paru. Mungkin juga penyakit yang disebabkan oleh virus yang sangat terkenal saat ini, yaitu Covid 19. Atau  sesak yang disebabkan oleh tekanan masalah, baik masalah keluarga, ekonomi, gangguan jiwa, dan lainnya. Ketika memikirkannya, timbul kesesakan di dada, sehingga seperti sudah tidak sanggup bernafas lagi. 

Pandemik yang terus berkelanjutan, munculnya varian-varian baru, banyaknya angka kematian, dan itu terjadi di sekitar kita, membuat kekhawatiran dan bahkan ketakutan. Ini menimbulkan masalah kejiwaan dan membuat kita menjadi letih lesu karena sudah berusaha mencari solusi, tapi tidak kunjung sembuh. Kiranya Firman Tuhan hari ini menjadi solusi yang memberikan kelegaan kepada kita. Mari fokuskan perhatian kita.

Undangan Juruselamat
Dalam Matius 11:28-30 disebutkan, “Marilah kepadaku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” Benarlah perkataan pemazmur di dalam Mazmur 119:105, “FirmanMu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku”. Artinya, Firman Tuhan itu memberikan solusi bagi setiap permasalahan kita.

Melalui Firman, hari ini kita membaca bahwa Tuhan Yesus pernah memberikan undangan bagi setiap orang yang letih, lesu, dan berbeban berat agar datang kepada-Nya, supaya Dia memberikan kelegaan kepada kita. 

Wow, ketika kita mendengar ini, persis seperti iklan obat Asma Napacin. Bagaimana dalam iklan itu, seorang wanita yang sesak, seperti diikat seluruh badannya dan ketika dia meminum obat itu seluruh tali-tali yang mengikatnya terlepas dan dia bisa kembali bernafas lega. 

Puji Tuhan buat undangan yang Tuhan Yesus berikan, khususnya bagi kita yang sedang berbeban berat. Sebab, undangannya disertai janji kelegaan. Halleluyah

Bagaimana kita menjadi letih lesu dan berbeban berat? Beban yang kita pikul itu berdasarkan pilihan-pilihan dalam kehidupan yang kita perbuat. Misalnya, pendidikan yang kita tempuh, pasangan hidup yang kita pilih, pekerjaan yang kita pilih, bisnis yang dijalani, dan lainnya. Semua ini menjadi titik awal beban yang masuk dalam kehidupan kita. Semakin hari semakin bertambah. 

Padahal, kita adalah seperti sebuah produk ready made yang telah dibuat oleh penciptanya dengan visi yang telah disiapkan. Seperti sebuah handphone yang kita beli, sudah ready made (siap pakai). Tetapi kemudian kita isi dengan segala bentuk aplikasi yang kita unduh, games-games sehingga HP tersebut berjalan lambat karena bebannya sudah terlalu berat. Kapasitasnya sudah full. Karena tidak sesuai dengan visi/tujuan hp itu dibuat. 

Itu sebabnya, ketika setiap kali kita membeli sebuah produk, pasti disertai dengan buku manual (buku petunjuk). Dan disarankan kepada kita agar kita membacanya terlebih dalu agar tahu tujuan barang yang kita beli (produk yang kita beli). Sehingga, barang tersebut tidak malfungsi. Sebab,  kesalahan yang kita perbuat dengan barang yang dibeli berpengaruh besar dengan nama baik pemiliknya.

Itu sebabnya setiap perusahaan, setelah mereka memberikan buku manual, mereka sertai juga dengan sebuah kertas yang berbunyi sertifikat garansi dan kertas garansi. Itu mengarahkan kita memperbaiki barang itu diperusahaan yang ditunjuk (Otorized Dealer).

Lantas, bagaimana manusia diciptakan?  Kejadian 1:26-29  mengajarkan kepada kita bagaimana manusia diciptakan dan tujuan kita diciptakan. Jeremiah 29:11, dengan jelas menyatakan tujuan penciptaan kita karena seperti gagalnya sebuah produk dibuat akan sangat memengaruhi nama baik perusahaan pembuatnya.

Demikian juga kehidupan manusia, akan sangat mempengaruhi nama penciptanya. Sama seperti semua produk, punya garansinya dan ada tempat yang ditunjuk untuk memperbaikinya. Itu sebabnya Yesus datang dan memberikan undangan kepada kita dan siap menuntun kita.

Bagaimana membuat suatu produk yang telah malfungsi untuk menjadi baik kembali? Maka perusahaan yang memiliki hubungan dengan pembuatnyalah yang harus memperbaikinya dan mengembalikan produk tersebut seperti semula sehingga menjadi seperti baru kembali. 

Untuk itulah, Yesus datang untuk memulihkan keadaan kita kembali dan memberikan kelegaan kepada kita. Selanjutnya memberikan petunjuk kepada kita, agar kita jangan lagi mengalami overcapacity dan menjadi rusak. 

Yesus berkata: “Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah padaKu. Kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.”

Ketika kita berada pada fungsi yang benar, maka hari-hari kita akan menjadi hari yang penuh sukacita. Kita melihat bagaimana manusia pertama (Adam) menikmati hari-harinya sekalipun pada masa itu, dia masih seorang diri, karena Adam senantiasa berada dalam hadirat Tuhan dan mengerjakan apa yang Tuhan perintahkan kepadanya. 

Yohanes 15:4 mengatakan, Tinggalah didalamKu dan Aku didalam kamu. Yohanes 15:9-11, Menuruti perintahKu, Tinggal di dalam Kasih, Supaya sukacitaKu ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh

Dalam Yesaya 32:17 dijelaskan,  Di mana ada kebenaran, di situ akan tumbuh damai sejahtera dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya

Bukankah ini yang kita inginkan? Hidup penuh sukacita melimpah-limpah damai sejahtera, hidup tenang dan tentram. Tuhan Yesus memberkati.

Pdt. David Mariepan, M.Th (Rohaniwan Kristen)
 


TERKAIT