Pandang kepada Yesus

Shalom. Pemirsa Mimbar Kristen Kementerian Agama, umat Kristen di seluruh Indonesia. Pesan Tuhan yang akan dibahas kali ini mengangkat tema Pandang kepada Yesus. Firman Allah dari Mazmur 16:8-9:

“Aku senantiasa memandang kepada Tuhan; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah. Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram.” 

Satu pernyataan dari Daud sebagai orang yang percaya kepada Tuhan. Dia selalu memandang kepada Tuhan. Dalam pernyataannya, Tuhan selalu berada di sebelah kanannya dan ia tidak goyah.

Sebagai orang yang percaya kepada Tuhan, kita pasti menghadapi masalah-masalah dalam kehidupan ini, baik kehidupan di dalam rumah tangga, kehidupan di dalam iman percaya kita, kehidupan berbangsa dan bernegara dengan segala bencana-bencana alam, dengan pandemi COVID-19 dan banyak hal yang terjadi di sekeliling kita. Tetapi kalau kita memandang kepada Tuhan, kalau kita memegang janji Allah seperti Daud katakan, dia tidak akan goyah, hatinya bersukacita, jiwanya bersorak dan tubuhnya diam dengan tentram. Ini yang kita butuhkan di dalam kehidupan kita sebagai manusia. Hidup tenteram damai sejahtera adalah menjadi kerinduan dan impian dari setiap manusia. Kita harus kembali kepada Firman Allah, kita harus senantiasa memandang kepada Tuhan.

Daud bisa keluar sebagai pemenang melawan Goliat raksasa Filistin yang besar, karena dia memandang kepada Tuhan. Dia tidak takut dengan masalah, meskipun kelihatannya masalah itu begitu besar. Tentara-tentara Israel takut dengan orang Filistin, takut dengan raksasa yang bernama Goliat. Meski bertubuh kecil, Daud mempunyai Allah yang besar. Dia tidak takut dan dia dapat berkata Engkau datang dengan tombak dan lembing, tetapi aku datang dengan nama Tuhan.

Pujian yang tadi dinyanyikan, bahwa kita mempunyai Allah yang besar, kita tidak menyerah, kita tidak  putus asa, karena kita mempunyai Allah yang besar. Kita mempunyai janji Allah di dalam kehidupan kita. Pegang janji Tuhan, pandang kepada Yesus tidak akan dikecewakan. Kita akan keluar sebagai pemenang, tidak takut, tidak kuatir, dan tidak akan kecewa, apapun yang terjadi di dalam kehidupan ini, tetap pandang kepada Tuhan, ada pertolongan daripada Tuhan.

Tuhan yang adil terus menyertai dalam kehidupan kita. Dia terus menyertai dalam setiap langkah kehidupan kita. Sesuai dengan Matius 28:20 dikatakan, Allah yang Immanuel, Allah yang menyertai sampai kepada akhir zaman. Meski dalam memasuki tahun 2021 ini banyak hal penderitaan, kesusahan yang dihadapi bangsa ini, tetapi bila kita memandang kepada Tuhan dan kita meyakini dengan iman, Allah yang Immanuel terus menyertai dalam kehidupan kita dan kita akan tetap kuat. Segala rencana Allah yang terjadi di dalam kehidupan kita dan tidak akan gagal. Kita akan tetap setia di dalam pengiringan kita kepada Tuhan dan menikmati janji-janji  Tuhan.

Firman Tuhan berkata di dalam Yeremia 31:14, Aku akan memuaskan jiwa para imam dengan kelimpahan dan umatku akan menjadi kenyang dengan kebajikanku, demikianlah Firman Tuhan. Janji pemeliharaan penyertaan Tuhan selalu nyata di dalam kehidupan kita sebagaimana pernyataan daripada Daud sendiri di dalam Mazmur 23, Tuhan menjadi gembala yang baik, Tuhan yang menjadi gembala di dalam kehidupannya, Dia yang membimbing ke air yang tenang, Dia yang menyegarkan kehidupannya, Dia yang selalu menopang di dalam jalan kehidupannya, meskipun di dalam lembah bayang-bayang maut sekalipun, Tuhan tidak pernah meninggalkan dan Tuhan terus memimpin sampai akhir kehidupan kita.  

Karena itu, mari kita mau terus memandang kepada Tuhan, itu adalah hal yang pertama. Hal yang kedua ialah biar kita mau selalu berjalan takut akan Tuhan. Berjalan takut akan Tuhan bukan seperti kita takut kepada setan dan takut kepada manusia. Berjalan takut akan Tuhan berarti kita menghormati Tuhan, kita mendekatkan diri kita kepada Tuhan, kita mau menjadi pelaku Firman Allah dan kita mau menjaga hati kita untuk selalu dipenuhi dengan Firman Tuhan, bukan dipenuhi dengan segala kepahitan, kekecewaan, kebencian dan iri hati.

Kita mau menjaga hati kita, untuk memelihara Firman Tuhan sehingga kita menjadi pelaku Firman Allah dan kita berjalan takut akan Tuhan. Penyertaan Allah Immanuel yang akan memimpin kita untuk berjalan takut akan Tuhan sehingga kita dapat menikmati.

Ada 10 berkat jika kita berjalan takut akan Tuhan. Berjalan takut akan Tuhan akan menjadi sumber kebahagiaan (Pengkhotbah 8:12), sumber hikmat (Ayub 28:28), sumber rejeki (Mazmur 111:5), sumber kecukupan (Mazmur 34:10), menarik perhatian dan kepedulian Allah atas kita (Mazmur 33:18-19), menerima kebaikan Allah (Mazmur 31:20), kunci sukses (Mazmur 145:19), ada pembelaan Tuhan (Roma 8:34), kunci mengalami kasih setia dan rahmat Tuhan (Mazmur 103:11) dan berjalan takut akan Tuhan memperpanjang umur (Amsal 10:17).

Karena itu berjalanlah takut akan Tuhan, maka hidup kita akan bahagia, kita tidak akan takut apapun yang terjadi dan kita tidak akan menyerah karena Tuhan ada di pihak kita.  Pandang Yesus, berjalanlah takut akan Tuhan dan saya akan bacakan ayat yang terakhir dari 2 Korintus 13:11 “Akhirnya, saudara-saudaraku, bersukacitalah, usahakanlah dirimu supaya sempurna. Terimalah segala nasihatku! Sehati sepikirlah kamu, dan hiduplah dalam damai sejahtera; maka Allah, sumber kasih dan damai sejahtera akan menyertai kamu!” Amin

 

Pdt. Dr. Hanna Triyanti Budhi (Ketua Sinode Gerrja Pantekosta Isa Almasih atau GPIA)