Pertolonganku Ialah dari Tuhan

Mimbar Kristen Minggu ini membahas tentang Mazmur 121:1-2 yang berbunyi: “Nyanyian ziarah. Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolonganku? Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi.”

Pada ayat 1 dikatakan “aku melayangkan mataku ke gunung-gunung”. Maksudnya, pencobaan, permasalahan yang kita hadapi dan tidak terselesaikan, terus menumpu bagaikan gunung. Seseorang yang dikelilingi permasalahan bagaikan orang yang dikelilingi gunung-gunung permasalahan. Seringkali hal itu menjadikan manusia putus asa, tidak berdaya menghadapinya. 

Permasalahan itu bisa berupa penyakit, masalah pekerjaan, pernikahan, rumah tangga, dan lainnya. Pertanyaannya, dari manakah akan datangnya pertolongan?

Manusia tidak bisa menolong karena manusia juga perlu ditolong. Sebab itu pada ayat 2, Raja Daud dengan penuh iman mengatakan pertolonganku ialah dari Tuhan. Biarlah saat ini juga menjadi iman kita umat Kristen di seluruh Indonesia yang mengikuti ibadah saat ini. Biarlah kita ada iman untuk mengatakan pertolonganku ialah dari Tuhan.  Tuhan siapa? Tuhan yang menjadikan langit dan bumi. Dan Tuhan menurut khotbah daripada Rasul Petrus dalam Kisah Para Rasul 2:21-22 yang berbunyi sebagai berikut: 

“Dan barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan. Hai orang-orang Israel, dengarlah perkataan ini: Yang aku maksudkan, ialah Yesus dari Nazaret, seorang yang telah ditentukan Allah dan yang dinyatakan kepadamu dengan kekuatan-kekuatan dan mujizat-mujizat dan tanda-tanda yang dilakukan oleh Allah dengan perantaraan Dia di tengah-tengah kamu, seperti yang kamu tahu.”

Yang dimaksud Tuhan adalah Tuhan Yesus. Dalam pribadi Tuhan Yesus ada pertolongan. Hanya Dia yang sanggup menolong kita. Di dalam Tuhan Yesus ada kekuatan, yang lemah diberikan kekuatan oleh Tuhan dan mukjizat-mukjizat. Di dalam Tuhan Yesus, ada mukjizat dan tanda-tanda ajaib. Yang dilakukan oleh Allah dengan perantaraan Dia di tengah-tengah kamu seperti yang kamu tahu. 

Jadi biarlah saat ini kita yakin pertolongan dari Tuhan. Tuhan adalah pribadi daripada Tuhan Yesus. Hanya Tuhan Yesus Kristus yang sanggup menolong kita. Saat ini kalau kita percaya kepada Tuhan Yesus, kalau kita percaya kepada nama Tuhan Yesus, saat ini juga ada pertolongan. 

Mazmur 121:2 mengatakan, Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi. Berarti dari pribadi Tuhan, Tuhan siapa?  Tuhan yang menjadikan langit dan bumi. Dia ada kuasa menjadikan langit dan bumi. Karena Dia ada kuasa untuk mecipta, maka dia juga ada kuasa untuk menolong setiap  kehidupan kita yang dikelilingi oleh gunung-gunung permasalahan, gunung-gunung pencobaan. 

Pencobaan itu tidak satu macam. Ada banyak pencobaan. Hal itu juga tertulis dalam 1 Korintus 10:13 yang berbunyi sebagai berikut:

“Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.”

Pencobaan-pencobaan yang kamu alami, berarti tidak satu pencobaan, tetapi banyak, ada lagi, ada lagi, sepertinya tidak ada habisnya, bagaikan dikelilingi oleh gunung. Tetapi Dia yang ada kuasa pencipta langit dan bumi, Dia yang sanggup menolong kita dari segala permasalahan kita. Langit bumi yang diciptakan oleh Tuhan suatu saat juga akan hancur oleh karena dosa daripada manusia. 

Wahyu 22 mengatakan bahwa manusia yang jahat akan bertambah jahat dan yang cemar akan bertambah cemar, itu juga menjadi gunung, tumpukan yang menjadi gunung. Bumi ini nanti akan dibinasakan karena adanya tumpukan-tumpukan dosa. Karena tumpukan-tumpukan permasalahan yang ada, bumi ini akan hancur dan akan binasa. 

Ini seperti tertulis dalam 2 Petrus 3:10-13 yang berbunyi sebagai berikut: “Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap. Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya. Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran.”

Jadi, bumi nanti akan hancur dan akan lenyap. Jadi Tuhan itu akan datang kembali bukan lagi sebagai Bayi Natal yang lahir dua ribu tahun yang lalu.  Dia nanti akan datang yang kedua kali sebagai Raja di atas segala Raja. Dia akan datang kembali sebagai Mempelai Pria Sorga untuk gereja Tuhan sebagai sidang mempelai perempuannya akan dijemput dan diangkat dalam kemuliaan Tuhan, bersama dengan Tuhan. Saat itu juga bumi ini akan hancur tetapi yang sudah diangkat oleh Tuhan itu diselamatkan. 

Ini sangat luar biasa. Tuhan menciptakan langit dan bumi yang lama tetapi banyak masalah penderitaan dan air mata. Suatu saat nanti, Tuhan akan menciptakan lagit dan bumi yang baru, di saat langit dan bumi yang lama ini hancur. Ini adalah janji Tuhan. Tetapi sesuai dengan janji-Nya kita menantikan langit dan bumi yang baru. Kapan adanya langit dan bumi yang baru? Langit dan bumi baru ada juga karena diciptakan oleh Tuhan. 

Untuk ini saya mengajak saudara-saudara untuk membaca dalam Yesaya 65:17 yang berbunyi sebagai berikut: “Sebab sesungguhnya, Aku menciptakan langit yang baru dan bumi yang baru; hal-hal yang dahulu tidak akan diingat lagi, dan tidak akan timbul lagi dalam hati.”

Seiring dengan lenyapnya langit dan bumi yang lama, lenyap juga segala permasalahan-permasalahan yang ada. Jadi saat kita masih ada di bumi dan langit yang lama ini, di sini masih banyak permasalahan yang kita hadapi. Satu permasalahan belum selesai, muncul lagi permasalahan yang baru. Pandemi Covid-19 sudah hampir dua tahun. Hal itu juga berdampak pada masalah ekonomi. Permasalahan penyakit berdampak kepada ekonomi.  Belum lagi permasalahan-permasalahan pribadi dalam kehidupan rumah tangga. Tetapi, seiring dengan lenyapnya langit dan bumi yang lama, saat itu juga permasalahan di bumi akan selesai. Saat itu juga Tuhan akan menciptakan langit yang baru dan bumi yang baru. Di sinilah Tuhan mau membawa kita ke langit dan bumi yang baru yang bebas dari permasalahan, bebas dari tangis, bebas dari air mata, bebas dari pencobaan-pencobaan yang kita alami saat ini. 

Di dalam Yesaya 65:17-19 berkata sebagai berikut: “Sebab sesungguhnya, Aku menciptakan langit yang baru dan bumi yang baru; hal-hal yang dahulu tidak akan diingat lagi, dan tidak akan timbul lagi dalam hati. Tetapi bergiranglah dan bersorak-sorak untuk selama-lamanya atas apa yang Kuciptakan, sebab sesungguhnya, Aku menciptakan Yerusalem  penuh sorak-sorak dan penduduknya penuh kegirangan. Aku akan bersorak-sorak karena Yerusalem, dan bergirang karena umat-Ku; di dalamnya tidak akan kedengaran lagi bunyi tangisan dan bunyi erangpun tidak.”

Inilah suasana langit dan bumi yang baru. Tuhan mau membawa kita ke sana, ke suasana langit dan bumi yang baru, yang diciptakan oleh Tuhan nanti. Suasananya adalah penuh dengan kegirangan, tidak ada tagis, tidak ada penderitaan. Suasananya adalah suasana sukacita. 

Untuk lebih jelas lagi, kita baca dalam kitab Wahyu 21:1 yang berbunyi sebagai berikut: “Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan lautpun tidak ada lagi.”

Keindahan kota Yerusalem baru itu bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya. Berarti Yerusalem baru adalah kota mempelai dan suasananya adalah sukacita, suasana mempelai adalah suasana sukacita. 

Wahyu 21:4 berkata sebagai berikut: “Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata   mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.”

Sungguh luar biasa suasana Yerusalem baru yang diciptakan oleh Tuhan. Langit baru dan bumi yang baru di mana di dalamnya ada satu kota yaitu Yerusalem baru. Suasananya adalah suasana sukacita, tidak ada lagi pergumulan, tidak adalagi pencobaan, tidak ada lagi air mata, maut tidak ada, tetapi suasananya adalah sukacita. 

Marilah kita berjuang sungguh-sungguh  dalam ibadah kita supaya nanti Tuhan membawa kita kepada satu kota yang bebas pergumulan, yaitu Yerusalem baru yang letaknya di langit yang baru dan bumi yang baru. Tuhan memberkati. Amin

Pdt. Frengkie Jehaziel Tangka, S.E., M.M. (Sinode Gereja Taberakel Tubuh Kristus)