Minggu, 24 Juni 2018

Pesona “Pesan Kalam” Di Festival Kaligrafi Islam Indonesia 2017

  • Rabu, 08 November 2017 13:58 WIB
Display Pameran Karya Kaligrafi pada Festival Kaligrafi Islam Indonesia 2017 di asrama haji Pondok Gede. (foto: inmasDKI)

Jakarta (Kemenag) --- Kesan berbeda tampak di Gedung Serba Guna 1 (SG 1) Asrama Haji Pondok Gede Jakarta. Gedung yang  pada musim haji biasa digunakan sebagai tempat berkumpul jemaah haji ini,  disulap bak galeri seni.

Di sisi kanan dan kiri ruangan yang berkapasitas lebih dari 500 orang ini, berderet lukisan-lukisan kaligrafi cantik berwarna-warni. Berbagai lukisan kaligrafi, dengan berbagai gaya tulisan khat mulai dari  khat nasakhi, khat diwani, hingga khat kufi, terpampang.

Tak hanya itu, berbagai jenis media, mulai dari lukisan dengan cat akrilik, cat minyak, tempelan kulit telur, plat kuningan, bahkan lukisan dari  pita warna-warni juga tersaji, menambah keindahan lebih dari 145 lukisan kalam ilahi yang dipamerkan.

“Ini merupakan karya dari sekitar empat puluhan seniman kaligrafi kita, dari seluruh Indonesia,” tutur Direktur Penerangan Agama Islam  (Penais) Kemenag RI Khairudin saat ditemui jelang pembukaan Festival Kaligrafi Islam Indonesia 2017, Selasa (07/11). 

Mata pengunjung pun makin dimanjakan dengan bauran warna warni cantik lukisan yang berpendar. Sorot lampu warna kuning menerangi setiap bagian tulisan ayat-ayat kalam ilahi itu.  Pameran kaligrafi dengan tajuk “Pesan Kalam” ini merupakan bagian dari kegiatan Festival Kaligrafi Islam Indonesia 2017.

“Cantik-cantik ya lukisannya,” tutur Fauzah pengunjung dari Jakarta Pusat yang menyempatkan diri berfoto di samping salah satu lukisan.

Tak hanya Fauzah, pengunjung lainnya juga mengaku terpesona dengan keindahan lukisan yang dipajang. Malik misalnya, siswa MAN 8 Jakarta ini mengaku kagum dengan karya-karya para kaligrafer. Malik yang juga mengikuti ekskul kaligrafi di madrasahnya ini mengaku dapat pelajaran teknik kaligrafi dengan hadir di Festival Kaligrafi Islam Indonesia 2017 ini.

“Karena saya baru belajar dasar, jadi baru bisa sedikit-sedikit saja. Sudah belajar khot naskhi, khot tsulus, baru dua sih belajar khotnya. Di sini jadi bisa liat contoh-contoh jenis khot lebih jelas,” tutur Malik.

Hal menarik lainnya adalah karya kaligrafi  warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Khusus Terorisme, Sentul. “Ada 4 karya napiter (nara pidana teroris) yang turut dipamerkan di sini,” ujar Nur Cholis, salah satu panitia Festival Kaligrafi Islam Indonesia.

Keberadaan lukisan karya napiter ini diapresiasi  penyelenggara Festival Kaligrafi Islam Indonesia 2017. “Kami sangat bergembira ada beberapa nara pidana yang mengirimkan karyanya di pameran ini,”  tutur Khairudin.

“Ini juga dalam upaya agar mereka meskipun sedang menjalani masa hukumannya juga dapat menghasilkan hal yang sangat positif,” sambungnya.

Salah satu karya mereka adalah kaligrafi berjudul "Basmalah" yang dibuat dari media plat kuningan. Menurut Nur Cholis, karya ini menjadi  salah satu jihad yang ingin mereka lakukan. Mereka ingin berdakwah lewat tulisan ini. 

Pameran “Pesan Kalam” berlangsung selama kegiatan Festival Kaligrafi Islam Indonesia 2017,  7 – 9 November 2017. Para pengunjung dapat menikmati lukisan-lukisan kaligrafi, bahkan mengoleksi lukisan-lukisan tersebut. 

“Lukisan di sini, karena pameran hanya dilaksanakan selama 3 hari, dibanderol mulai harga Rp. 2,5 juta hingga belasan juta rupiah,” tutur Nur Cholis.

Sumber : -
Penulis : Indah Limy
Editor : Khoiron
Dibaca : 781 kali