Kamis, 18 Oktober 2018

Ditanya Mahasiswa Jepang tentang Syarat Jadi Menag, Ini Jawaban Lukman

  • Selasa, 14 November 2017 06:26 WIB
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin selfie dengan mahasiswa Jepang usai diskusi di Keio University, Fujisawa-shi, Kanagawa, Japan. (foto: thobib)

Tokyo (Kemenag) --- Hari kedua di Jepang, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin berkunjung ke Keio University, Fujisawa-shi, Kanagawa, Japan untuk bertemu dengan civitas akademika kampus. 

Menag berdiskusi soal kehidupan umat beragama dan makanan halal. Menag juga menjawab sejumlah pertanyaan dari mahasiswa, salah satunya yang diajukan oleh Hiroki. Bukan soal makanan halal atau kehidupan keagamaan, Hiroki menanyakan tentang syarat menjadi Menteri Agama.

“Bagaimana Bapak bisa menjadi Menteri Agama?” tanya Hiroki dalam Bahasa Jepang yang diterjemahkan oleh Prof Yo Nonaka, Ketua Islamic Studies Keio University, Senin (13/11). Prof Yo Nonaka adalah dosen Bahasa Indonesia di Keio University. Dia fasih berbahasa Indonesia. 

Menag tertawa mendengar pertanyaan Hiroki. Menurutnya, pertanyaan tersebut seharusnya ditujukan kepada Presiden Joko Widodo. 

“Tidak ada persyaratan khusus untuk menjadi Menteri Agama. Hanya, Presiden tentunya memiliki pertimbangan bahwa seseorang mampu menjadi Menteri sebagai pembantunya, mampu mengelola bidang tugas yang harus ditanganinya,” jawab Menag.

Sebelumnya, Menag bertemu dengan Dekan Fakultas Manajemen Kebijakan Keio University, Prof Takeshi Kawazoe. Dalam kesempatan itu, Takeshi Kawazoe memperkenalkan bahwa Keio adalah salah satu perguruan tinggi swasta terbesar dan tertua di Jepang. Selain manajemen ekonomi, fakultas yang dipimpinnya juga menyelenggarakan studi keislaman, termasuk memperdalam makanan halal.

Di fakultas ini, kata Takeshi, ada juga program studi Bahasa Indonesia. Menurutnya, banyak mahasiswa Jepang yang tertarik dengan bahasa Indonesia dengan harapan dapat pekerjaan lebih baik karena menguasai bahasa asing.

Selain ke Keio University, Menag juga dijadwalkan berkunjung ke Universitas Chuo (Tama Campus) untuk berdiskusi dengan Prof  Hisanori Kato tentang kehidupan beragama di Jepang. 

Dalam kunjungan ini Menag didampingi Kepala Balitbang-Diklat Abd Rahman Mas’ud dan Kepala Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan Muharram Marzuki. (Thobib)

Sumber : Balitbang-Diklat
Penulis : Kontri
Editor : Khoiron
Dibaca : 3.514 kali