Sabtu, 24 Februari 2018

Menag Apresiasi Tema Perayaan Deepavali 2017

  • Sabtu, 02 Desember 2017 21:07 WIB
Menag Lukman Hakim Saifuddin memberi sambutan pada Perayaan Depavali Nasional 2017 di Jakarta. foto:gito

Jakarta (Kemenag) --- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengapresiasi tema perayaan Deepavali tahun 2017, yaitu; ”Kita Indonesia dan Indonesia adalah Kita.”

Dikatakan Menag, tema ini sangat relevan dengan upaya bangsa kita untuk terus menerus mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa, membangun keindonesiaan yang majemuk, toleran dan demokratis.

"Saya berharap, tema perayaan Deepavali tersebut dijadikan rujukan dalam membangun toleransi, memelihara kerukunan, dan persatuan serta kesatuan bangsa demi terciptanya kedamaian di tengah-tengah masyarakat," ucap Menag saat memberikan sambutan pada puncak perayaan hari Raya Deepavali ke 5119 secara nasional  di Jakarta, Sabtu (2/12).

Tampak hadir, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, Dirjen Bimas Hindu I Ketut Widnya dan ratusan umat Hindu dari etnis India.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, peringatan hari raya keagamaan adalah suatu tonggak peringatan yang sangat penting bagi penganutnya. 

"Demikian juga Hari Raya Deepavali bagi umat Hindu sangat penting kehadirannya, terutama dalam rangka introspeksi diri, membersihkan jiwa dari segala kekotoran duniawi, dan merenungkan misi kehidupan di dunia ini," ucap Menag.

"Esensi Deepavali adalah kemenangan Dharma melawan Adharma, atau kemenangan kebajikan melawan kebatilan," tambah Menag. 

Menurut Menag, untuk menjadi pemenang dharma .umat Hindu harus introspeksi diri, membersihkan jiwa dan merenungkan misi kehidupan di dunia ini. 

Menteri Lukman Hakim mengatakan untuk menjadi pemenang tidaklah mudah, seseorang yang berhasil menjadi pemenang harus mampu melewati berbagai tahapan pelaksanaan ajaran Agama dan kewajiban menjalankan ketentuan Negara.

Dalam agama Hindu, ajaran ini disebut Dharmaning Agama dan Dharmaning Nagara. Keduanya tidak terpisahkan satu dengan yang lainnya karena keduanya merupakan satu kesatuan yang utuh," kata Menag.

Menag berharap, pesan universal melalui perayaan Deepavali ini harus dijadikan momentum untuk memperteguh kearifan simakrama atau silaturahmi dalam satu jalinan persaudaraan antar sesama anak bangsa. 

"Saya melihat peluang besar untuk mewujudkan tali persaudaraan dan perdamaian itu akan dapat terwujud jika kita semua memiliki kesiapsediaan untuk membuka diri, sikap saling menerima, welas asih dan memaafkan," ujar Menag.

 

Sumber : Didah
Penulis : Boy Azhar
Editor : dodo
Dibaca : 509 kali