Minggu, 18 Februari 2018

Kumandang Shalawat Menggema di Arena MQK

  • Senin, 04 Desember 2017 01:34 WIB
Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf (Foto:HumasPendis/Atiq)

Jepara (Kemenag) --- Kumandang shalawat menggema di arena Musabaqah Qira'atil Kutub (MQK) Nasional ke-VI yang berlangsung di Pondok Pesantren Roudhotul Mubtadiin Balekambang Jepara Jawa Tengah. Shalawat dipimpin oleh Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf.

Ribuan masyarakat Jepara berbaur bersama peserta MQK dan santri Pondok Pesantren Roudhotul Mubtadiin. Tampak hadir pengasuh Pesantren KH Ma’mun Abdullah Hadziq, Ketua Dewan Hakim MQKN 2017 KH Said Agil Husin Al Munawar, Bupati Jepara Achmad Marzuki, Perwakilan Gubernur Jawa Tengah Supriyono beserta jajarannya, jajaran Polda Jateng, Polres Jepara berserta tamu undangan lainnya. Tidak ketinggalan juga para Syecher Mania (sebutan bagi Fans Habib Syech) dari berbagai daerah.

“Semoga dengan berkah Shalawat, MQK ini berjalan dengan lancar dan sukses, membawa berkah serta manfaat kepada kita semua, khususnya untuk kejayaan NKRI,” tutur Kyai Ma’mun di Jepara, Sabtu (2/12).

Bupati Jepara Achmad Marzuki, menyampaikan bahwa gelaran MQK Nasional ke-VI tahun 2017 yang digelar di Pondok Pesantren Roudhotul Mubtadiin Balekambang merupakan anugrah bagi masyarakat Jawa Tengah, khususnya masyarakat Jepara. “Gelaran MQK menjadi rebutan daerah lain. Tapi tahun 2017, Jepara Jawa Tengah menjadi tuan rumah , ini adalah sebuah keberuntungan bahkan kehormatan,” sambung Marzuki.

Habib Syech menyampaikan shalawat menggema di mana-mana merupakan kebaikan masyarakat Indonesia. “Masyarakat Indonesia sangat senang shalawat,” tutur Habib Syech.

“Alhamdulillah, berkat dukungan kyai dan pemerintah, kita membangun masyarakat yang berkarakter. Ini berkat kerjasama yang baik antara masyarakat, ulama, dan umara. Di mana tempat jika ketiga ini bisa jalan, insya Allah akan lancar,” tutur Habib Syech.

“Bersyukurlah menjadi orang Indonesia, karena di mana tempat bisa shalawatan. Di jalan, di lapangan, di manapun, bisa menggelar shalawatan. Kalau di negara lain, belum tentu bisa bebas shalawatan,” ujar Habib Syech.

Tak lupa juga Habib Syech memekikan “NKRI Harga Mati”, yang kemudian di ikuti oleh seluruh jamaah.

Lagu-lagu shalawat yang dipimpin Habib Syech menggema dan membuat masyarakat larut dalam suasana. Mulai dari Yalal Wathon, Shalawat Badar, Kisah Rosul, Padang Bulan, Turi Putih dan lain-lain. Masyarakatpun larut dalam suasana dan turut bernyanyi bersama-sama.

Di penghujung acara, Habib Syech memimpin Shalawat Mahalul Qiyam. Dan terakhir sebelum ditutup dengan doa, semua masyarakat menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Sumber : -
Penulis : Maryani Abdul Muiz
Editor : Khoiron
Dibaca : 1.756 kali