Rabu, 15 Agustus 2018

Sejumlah Atase Pendidikan Sambut Program Beasiswa Asing di PTKIN

  • Senin, 12 Februari 2018 09:48 WIB

Jakarta (Kemenag) --- Rencana Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama memberikan beasiswa kepada mahasiswa asing untuk belajar di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) disambut sejumlah atase pendidikan dan kebudayaan di beberapa negara.

Sambutan baik ini terungkap pada Rapat Koordinasi Pendidikan Tinggi Islam yang menghadrikan Atase Pendidikan dan Kebudayaan di 17 Negara. Mereka yang hadir antara lain dari Australia, Jerman, Jepang, Belanda, Inggris, India, Arab Saudi, Mesir, Thailand, dan Papuanugini. Rakor ini digelar Minggu (11/02) di Jakarta.

Atase Pendidikan dan Kebududayaan di Mesir Usman  misalnya, mengatakan bahwa rencana pemberian beasiswa bagi warga asing, khususnya Mesir, untuk belajar ke Indonesia merupakan kabar yang menggembirakan. “Mohon untuk Mesir bisa diprioritaskan,” ujarnya.

Menurut Usman, selama ini Mesir juga telah mengalokasikan anggaran sekitar 23 - 26 miliar per tahun untuk beaiswa pelajar dan mahasiswa Indonesia. Termasuk juga anggaran pengiriman 29 mab’us (guru) yang ditugaskan ke Indonesia. 

Hal senada disampaikan Atase Dikbud di KBRI London Amirudin Aziz. Aziz menyarankan agar Program Beasiswa Asing di PTKIN itu dilakukan seperti program Darmasiswa Kemdikbud. Maksudnya, program satu tahun dan dapat diperpanjang menjadi 2 tahun. Kalau Kemdikbud fokus mempelajari pendidikan dan budaya, program Kementerian Agama bisa fokus pada kajian Islam di Indonesia. 

Aziz juga menyoroti Program 5000 Doktor Kementerian Agama. Menurutnya, program tersebut sudah banyak diketahui pimpinan di London. Aziz berharap sosialisasi tentang program ini bisa ditingkatkan.

Atase Dikbud di Saudi Arabia Ubaidillah  juga menyambut baik program beasisaw asing ini. Dia menyarankan untuk mulai melirik pada studi non keislaman, sains dan teknologi. “Perguruan Tinggi Non Islamic studies di Arab Saudi bisa dijadikan mitra yang potensial untuk program itu. Selama ini yang memanfaatkan adalah alumni ITS dan ITB,” ujarnya.

Sebelumnya, Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin menegaskan komitmennya untuk memberikan beasiswa kepada mahasiswa asing yang akan belajar di sejumlah PTKIN. Guru Besar Hadits UIN Alaudin Ujungpandang ini menargetkan ada sekitar tiga hingga lima tibu mahasiswa asing yang mendapat beasiswa. 

“Selama ini kalau kita ke luar negeri di antaranya untuk mencari beasiswa, sekarang dibalik kita akan mencari mahasiswa untuk belajar di Indonesia,” katanya.

Menurut Kamarudin, Indonesia layak menjadi pusat studi Islam. Saat ini, Indonesia menjadi representasi dari moderasi Islam dunia. “Dalam hal kajian Islam, Indonesia sangat kaya dan tidak kalah dengan negara-negara Islam lainnya di dunia,” sambungnya.

Perwakilan Kementerian Luar Negeri yang juga hadir, Kusuma, memandang rakor ini sangat relevan, karena minat masyarakat luar negeri untuk belajar ke Indonesia semakin meningkat. “Kemlu siap untuk memfasilitasi program mahasiswa asing belajar di Indonesia. Komunitas muslim di Spanyol juga ingin belajar ke Indonesia. Kalau ini kita tawarkan kepada mereka pasti responnya bagus,” ujarnya. 

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Arskal Salim mengatakan, kehadiran atase Dikbud untuk duduk bersama dengan kalangan PTKIN penting. Selain sebagai sarana mengkomunikasikan program-program Diktis, pertemuan ini juga untuk memperkuat jaringan kerjasama dan dukungan program-program kemitraan bagi kemajuan PTKIN di masa mendatang.

Rapat Koordinasi Pendidikan Tinggi Islam juga menghadirkan Wakil Rektor I PTKIN se-Indonesia yang berlangsung hingga  12 Februari 2018. (RB)

Sumber : Diktis
Penulis : Kontri
Editor : Khoiron
Dibaca : 738 kali