Senin, 19 Februari 2018

Dirjen Bimas Katolik Kunjungi Gereja St. Lidwina Bedog Yogyakarta

  • Selasa, 13 Februari 2018 17:20 WIB
Dirjen Bimas Katolik Eusabius Binsasi beri keterangan pers usai tinjau Gereja St. Lidwina Bedog Yogyakarta, Selasa (13/02). (foto: istimewa)

Yogyakarta (Bimas Katolik) --- Peristiwa yang terjadi Minggu (11/02) di Gereja St. Lidwina Bedog Yogyakarta menyisakan cerita tersendiri bagi umat Katolik di Indonesia. Berbagai elemen masyarakat dengan caranya masing-masing menolak segala bentuk kekerasan, apalagi jika terjadi di tempat ibadat yang sedang melaksanakan aktivitas rohani. 

Selasa (13/02), Dirjen Bimas Katolik Eusabius Binsasi berkunjung untuk melihat kondisi terkini di Gereja St. Lidwina Bedog, Padukuhan Nusupan, Desa Trihanggo, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Yogyakarta pasca aksi penyerangan. Hadir pula dalam kesempatan ini Bupati Sleman Sri Purnomo, Kepala Kantor Kementerian Agama Sleman Sa’ban Nuroni, Kepala Desa Trihanggo Herman Budi Pramono, Penyelenggara Katolik Kabupaten Sleman Kristoforus Sinselius, Penyelenggara Katolik Kabupaten Kulonprogo Yohanes Setiyanto, dan Penyelenggara Katolik Kota Yogyakarta Alexander Budisuwarno, Romo Vikep Yogyakarta Fl. Harto Subono, Pr serta tokoh masyarakat lintas agama. 

“Saya tahu umat Katolik cukup sakit dengan peristiwa ini. Dengan demikian saya datang sebagai bukti bahwa Negara hadir di tengah umat dan masyarakat,” ungkap Eusabius. Eusabius sangat menyayangkan peristiwa seperti ini terjadi di NKRI yang Pancasilais dan cinta keragaman. Ia mengharapakan nilai toleransi, kerja sama dan saling mencintai sebagai manusia ciptaan Tuhan terus menjadi jiwa umat agar kedamaian di negara ini terus terbina. 

“Dengan melihat antusiasnya umat lintas agama yang sama-sama berbaur memulihkan keadaaan di Gereja St. Lidwina ini, saya merasa yakin bahwa sebenarnya kerja sama, toleransi, dan kedamaian sangat berkembang baik di Kabupaten Sleman ini,” ungkapnya. 

Kepada umat Katolik, Eusabius berpesan agar memaknai peristiwa ini sebagai sebuah ujian, sejauh mana kita menghayati spiritualitas pengampunan dan ajaran cinta kasih. “Jika kita selalu mencintai sesama, termasuk orang yang membenci kita, maka kita sungguh orang Katolik sejati,” pesannya. 

Dirjen juga menyampaikan terimakasih kepada Pemerintah Daerah, penegak hukum dan seluruh elemen masyarakat yang sudah berkenan membantu memberikan solusi dan memulihkan keadaan menjadi lebih baik. Dirjen mengajak Pemerintah Daerah dan semua tokoh agama agar saling bahu membahu melakukan pendampingan dan pelayanan yang baik kepada masyarakat. 

“Saya mengimbau kepada jajaran Bimas Katolik teristimewa para guru dan penyuluh agama Katolik yang berkarya di Yogyakarta dan sekitarnya agar memberikan pencerahan kepada masyarakat. Jadilah duta damai di tengah masyarakat,” ujarnya. 

Bupati Sleman Sri Purnomo mengamini seraya menegaskan bahwa Kabupaten Sleman sangat rukun. "Toleransi kami sangat baik, semua umat hidup sebagai saudara meski dalam keberagaman.” 

Umat Katolik yang hadir pada kesempatan tersebut menyambut gembira kehadiran Dirjen Bimas Katolik. Hal tersebut diungkapkan oleh Romo Vikep Yogyakarta. "Kami sangat senang dengan kehadiran Dirjen Bimas Katolik, Kami merasa negara telah hadir dan mengayomi kami,” tuturnya.

Sementara perwakilan umat Katolik yang juga ketua Dewan Gereja St. Lidwina Soekatno menyampaikan bahwa fisik gereja pasca peristiwa ini akan ditata kembali. “Dinding-dinding gereja akan kami cat lagi untuk membantu menghilangkan kenangan traumatis.” 

Menanggapi hal tersebut, Dirjen Bimas Katolik menyampaikan bahwa Bimas Katolik akan memfasilitasi sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan.

Dalam kesempatan itu, Eusabius Binsasi juga mengunjugi tiga korban yang masih dirawat di RS Panti Rapih Yogyakarta. Setelah itu, Eusabius bertemu Kepala Kanwil Kementerian Agama D.I. Yogyakarta Muhamad Lutfi Hamid. Dirjen berkoordinasi terkait langkah yang akan diambil selanjutnya. 

Dirjen juga menyapa Guru Pendidikan Agama Katolik dan Pengawas Pendidikan Agama Katolik. Dirjen berpesan agar para guru dan pengawas bisa menjadi agen pembawa kedamaian.  (Maria Goreti Susilowati)

Sumber : Bimas Katolik
Penulis : Kontri
Editor : Khoiron
Dibaca : 518 kali