Senin, 28 Mei 2018

Dirjen Bimas Katolik Kunjungi Gereja Santa Maria Tak Bercela

  • Senin, 14 Mei 2018 15:45 WIB
Dirjen Bimas Katolik Eusabius Binsasi gelar pertemuan dengan para Romo dan Tokoh Umat di Surabaya. (foto: bimas katolik)

Surabaya (Kemenag) --- Dirjen Bimas Katolik, Eusabius Binsasi hari ini meninjau Gereja Santa Maria Tak Bercela pasca ledakan bom yang terjadi pada Minggu (13/05). Eusabius bertemu dengan Pastor Paroki Romo RD. Alexius Kurdo Irianto, serta beberapa Pastor dan tokoh umat. 

Menurut Eusabius, pertemuan singkat ini membahas upaya pemulihan psikologis umat yang mengalami trauma, terutama anak-anak. Gereja akan berkoordinasi dengan praktisi untuk menemukan kerangka teoritis penanganan trauma serta membangkitkan kembali motivasi anak-anak agar tidak takut ke gereja. 

“Diskusi juga merumuskan agenda untuk menggerakkan Orang Muda Katolik (OMK) agar semakin peduli pada lingkungan dan gereja, serta menggelar pertemuan lintas agama antar anak muda,” terang Eusabius di Surabaya, Senin (14/05). 

Selain bertemu Romo Paroki dan Tokoh umat, Eusabius juga bertemu dan berkoordinasi dengan pihak keamanan. Eusabius mengucapkan terima kasih atas kerja keras dan kerja cepat pihak keamanan untuk mengatasi kejadian ini. “Pihak keamanan sudah membuktikan pelayanan terbaiknya bagi masyarakat. Waktu dan tenaga diberikan mereka seutuhnya untuk bersama umat menghadapi kejadian luar biasa ini,” ujarnya.

Dirjen Bimas Katolik juga bertemu Vikaris Jenderal (Vikjen) Keuskupan Surabaya, RD Yosef Eko Budi Susilo. Dirjen menyampaikan beberapa hal yang menjadi perhatian Pemerintah. 

“Kementerian Agama melalui Ditjen Bimas Katolik siap memfasilitasi melalui dialog tokoh agama untuk mencari solusi terbaik pemulihan trauma umat. Saya menganjurkan untuk membuat Misa Rekonsiliasi di pusat Paroki sebagai upaya untuk meneguhkan iman dan agar umat memaknai peristiwa ini sebagai sebuah peristiwa iman. Hal itu diharapkan akan membuat kita merasa lebih bersatu dan bersaudara dan agar kehidupan gereja ke depan menjadi lebih  hidup,” ungkap Eusabius.

“Pemerintah melalui Ditjen Bimas Katolik, juga siap memfasilitasi kegiatan Orang Muda Katolik (OMK) untuk kembali memulihkan trauma umat secara keseluruhan dan orang muda pada khususnya,” lanjutnya.

Menurut Eusabius, misa rekonsiliasi di lokasi kejadian ini penting agar umat tidak merasa tempat kejadian itu adalah tempat yang ditakutkan. Usul Dirjen disambut Romo Vikjen. Romo juga mengapresiasi kehadiran Presiden dan jajarannya yang membesarkan hati umat Katolik.
 

Sumber : Bimas Katolik
Penulis : Kontri
Editor : Khoiron
Dibaca : 713 kali