Minggu, 19 Agustus 2018

Kesan Menag Atas Program Syiar Anak Negeri

  • Sabtu, 09 Juni 2018 17:43 WIB
Foto: Furqon

Jakarta (Kemenag) --- Kementerian Agama RI Bekerja sama dengan Stasiun TV Swasta Nasional Metro TV menggelar Syiar Anak Negeri. Yaitu,  sebuah Program pencarian bakat remaja (Tingkat Aliyah/SLTA/SMK) untuk berdakwah, baik melalui syiar maupun syair, dengan ceramah, khutbah, dongeng islami dan juga nasyid yang ditayangkan pada Bulan Suci Ramadhan 1439 H ini.

Pada Grand Final Syiar Anak Negeri yang ditayangkan di Metro TV Sabtu (09/06), tiga grup yakni Bareh Solok, dari SMAN 1 Solok, Kota Solok Provisi Sumatera Barat, Mandaproexis yang merupakan perwakilan dari MAN 2 Probolinggo Provinsi Jawa Timur dan Alfa Voice dari MAN 2 Kota Kediri, Provinsi Jawa Timur berjuang untuk menjadi yang terbaik, dengan Tema: Medsos.

Grup Alfa Voice menjadi yang terbaik, disusul Mandaproexis diposisi kedua. Sedang Bareh harus puas diposisi ketiga.

Dalam kesan dan pesannya, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin yang turut hadir dalam Grand Final tersebut, bangga dan optimis dengan masa depan Indonesia.

“Inilah anak-anak muda kita yang meski masih mengenyam pendidikan di Aliyah/SMA, namun mampu menggabungkan sebuah tontonan dan tuntunan yang dibutuhkan mayoritas masyarakat kita. Melihat anak-anak ini berlaga, saya merasa sangat optimis dengan masa depan Indonesia,” terang Menag

“Program ini sangat menghibur, mampu memberikan sebuah tontonan yang berisi tuntunan. Sesuatu yang sebenarnya sangat dibutuhkan Bangsa tercinta kita ini. Selamat, semoga ke depan program ini dilanjutkan dan semoga para peserta ke depan bisa lebih sukses dalam menjalani kehidupan,” doa Menag

Juara Syiar Anak Negeri mendapat hadiah Paket umrah, uang pembinaan sebesar Rp100 juta dari Kemenag, dan tiket masuk PTKIN plus biaya hidup. Sementara pemenang kedua, mendapat hadiah uang pembinaan sebesar Rp75 juta dari Kemenag, dan tiket kuliah di PTKIN plus biaya hidupnya. Untuk pemenang ketiga, mendapat hadiah uang pembinaan Rp50 juta plus tiket masuk PTKIN plus biaya hidupnya.

Sumber : -
Penulis : pujiyanto
Editor : Khoiron
Dibaca : 782 kali