Kamis, 18 Oktober 2018

Tinjau Palu, Tim Kemenag Salurkan Bantuan dan Identifikasi Kebutuhan

  • Kamis, 11 Oktober 2018 22:59 WIB
Penyerahan bantuan kepada korban gempa di Palu-Sigi-Donggala (foto: Sandi)

Palu (Kemenag) --- Tim Tanggap Darurat Kemenag untuk Gempa Palu-Donggala berkunjung ke IAIN Palu. Tim ini diketuai Staf Ahli Menteri Agama, Oman Faturrahman. Ikut hadir juga, Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin, Kepala Biro Umum Setjen Kemenag Syafrizal, dan Sesdirjen Bimas Kristen Yan Kristian Kadang. 

Kedatangan tim ini bertujuan menyalurkan bantuan awal untuk tahap tanggap darurat. Selain itu, mereka juga akan melihat langsung kondisi terkini sekaligus mengidentifikasi kebutuhan bantuan untuk tahap rahabilitasi dan rekonstruksi.

Tim ini tiba di Bandara SIS Al Jufri, Kamis (10/10), sekitar pukul 10.35 WITA. Dari Bandara, mereka langsung menuju kampus IAIN Palu. Dalam perjalanan, mereka melihat langsung kondisi sebagian jalan aspal yang retak. Laju kendaraan pun menyesuaikan kondisi jalan.

Pukul 11.00 WITA, tim tiba di IAIN Palu yang berlokasi di Jalan Diponegoro, Nomor 23. Tampak sebagian besar bangunan retak, serta penuh lumpur dan pasir laut. Beberapa bangunan bahkan ada yang roboh. 

“Tuh pekerja yang sedang membersihkan kayu dan sampah di tengah-tengah puing reruntuhan bangunan, tiga hari setelah gempa sampai sekarang,” ucap Rektor IAIN Palu H Sagaf S Pattalongi memulai penjelasan kepada tim tanggap darurat gempa Palu-Sigi-Donggala.

Tim lalu menyisiri sudut-sudut bangunan kampus. Menurut Sagaf, hampir 80 persen bangunan IAIN Palu tidak dapat digunakan sebagai ruang belajar mahasiswa. Akibatnya, perkuliahan diliburkan hingga akhir bulan Oktober. Perkuliahan akan diaktifkan kembali pada 1 November mendatang dengan sistem semester pendek. 

Dalam kesempatan itu, Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin menyerahkan bantuan awal kepada IAIN Palu sebesar Rp300 juta. Bantuan itu merupakan dana tali asih yang dihimpun dari ASN Kementerian Agama. Dirjen menambahkan bahwa pihaknya juga akan segera mengirim tenda untuk didirikan sebagai ruang kuliah sementara. 

“100 tenda akan segera dikirimkan untuk ruang belajar sementara,” tutur Dirjen.
Tenda-tenda tersebut akan didirikan di halaman kampus. Saat ini, halaman kampus IAIN Palu masih dalam proses pembersihan. Sagaf S Pattalongi yakin proses pembersihan segera selesai sehingga Senin pekan depan sudah bisa digunakan untuk mendirikan tenda.

Bantu Madrasah

Dari IAIN Palu, tim Tanggap Darurat meninjau MTsN 3 Palu Selatan yang terletak di Jalan Dewi Sartika. Banyak bangunan yang rusak terdampak gempa, sehingga madrasah ini juga tidak bisa digunakan sebagai ruang belajar. 

Kepala MTsN 3 Palu, Munira menjelaskan bahwa pihaknya akan memindahkan lokasi belajar MTsN 3 di daerah Petobo. Menurutnya, di sana sudah ada tanah seluas dua hektare yang bisa digunakan.

Kepada Munira, Karo Umum Syafrizal mengatakan bahwa kehadiran Tim Tanggap Darurat dalam rangka memberikan bantuan. “MTsN 3 Palu akan kita bantu sebesar Rp100 juta, MIN 1 sebesar Rp50 juta, dan MAN 1 mendapatkan sebesar Rp 50 juta,” tegas Syafrizal.

Selain itu, tim juga akan memberikan bantuan kepada Gereja Protestan Indonesia Donggala yang rusak karena gempa sebesar Rp100 juta. “Hari ini juga kita salurkan tali asih kepada 41 ASN dengan Rp2,5 juta per orang. Ada juga beberapa keluarga Kemenag Non ASN yang terdampak, masing-masing Rp1,5juta. Korban wafat ada 11 orang, mendapat tali asih Rp5 juta perorang,” kata Syafrizal.

Sumber : -
Penulis : M Arif Efendi
Editor : Khoiron
Dibaca : 372 kali