Gedung SBSN MAN 1 Surakarta, Prestasi, dan Ikon Baru Solo Utara

Surakarta (Kemenag) --- Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Surakarta memiliki gedung kembar yang menjadi ikon baru di kawasan Solo Utara. Keduanya adalah Gedung Laboratorium Keagamaan Terpadu dan Gedung Pusat Pembelajaran Terpadu. Dua gedung tersebut dibangun dengan skema pembiayaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). 

Kepala MAN 1 Surakarta Slamet Budiyono menjelaskan, madrasahnya kali pertama mendapat SBSN pada tahun 2019. Saat itu, MAN 1 Surakarta membangun Gedung Laboratorium Keagamaan Terpadu. Proses pembangunan berjalan lancar sehingga MAN 1 Surakarta mendapat  penghargaan sebagai Satuan Kerja Pengelola SBSN Terbaik Nasional dari DJPPR Kementerian Keuangan. 

"Penghargaan diraih karena dinilai sukses mengelola dana SBSN, yaitu tepat waktu, tepat anggaran dan tepat guna," jelas Slamet di Surakarta, Sabtu (12/12).

Menurutnya, penghargaan ini juga diikuti berbagai prestasi siswa dan guru. Sehingga, pada tahun 2020, MAN 1 Surakarta kembali mendapat bantuan SBSN untuk membangun Gedung Pusat Pembelajaran Terpadu. 

“Atas arahan Bapak Umar selaku Direktur KSKK Madrasah, gedung tersebut dilbangun bersebelahan dengan gedung bantuan SBSN yang pertama, sehingga menjadi gedung kembar yang menjadi pusat pembelajaran siswa di MAN 1 Surakarta,” tuturnya.

Slamet menjelaskan, keberadaan gedung SBSN tersebut, memberi tiga keunggulan bagi MAN 1 Surakarta. Pertama, madrasah ini memiliko Laboratorium Pusat Pengamatan Hilal (Ru’yatul Hilal ) yang merupakan bagian dari 76  titik pengamatan hilal dari 34 Provinsi di Indonesia. 

Kedua, MAN 1 Surakarta mempunyai Laboratorium Uji Halal Produk, yang dapat memberi penguatan kepada siswa dalam menguji suatu produk makanan dari sisi fiqih dan saintifik. 

"Ketiga, gedung kembar empat lantai ini menjadi ikon Kota Surakarta dan tidak dimiliki oleh madrasah lain atau bahkan sekolah umum lainnya," tukasnya.

Gedung yang dibangun dari bantuan SBSN ini, kata Slamet, juga semakin meneguhkan MAN 1 Surakarta menjadi madrasah yang hebat bermartabat berkelas dunia. Hal ini  dibuktikan dengan berbagai prestasi yang diraih MAN 1 Surakarta, baik di bidang akadamik maupun non akademik.

Sepanjang 2020 misalnya, ada 66 kejuaraan yang diraih siswa MAN 1 Surakarta baik tingkat Nasional maupun Internasional. Keberadaan asrama juga meningkatkan mutu pembelajaran bahasa bagi siswa jurusan keagamaan. Karena wajib tinggal di asrama (Ma'had), sehingga dalam pembelajaran menggunakan pengantar bahasa asing yaitu bahasa Arab dan bahasa Inggris. 

"Di asrama juga memperdalam ilmu-ilmu seperti ilmu Ushul Fikih, Musthalah Hadis, Ilmu Tafsir, Tahfidz, Nahwu Sharraf dan lain sebagainya dengan berbasis Kitab Kuning," jelasnya.

Lulusan MAN 1 Surajarta juga banyak diterima di berbagai perguruan tinggi. Tahun 2020, ada 411 siswa yang lulus. Dari jumlah tersebut, 334 siswa diterima di berbagai PTN, PTKIN, Kedinasan, Poltekes Negeri, Politeknik Negeri. Tidak sedikit yang masuk UGM, IPB, UI, UNPAD, ITB, ITS, UB, UNDIP, UNS, UNY, UNSUD, UNNES, Univ. Tidar, UPN, dan sebagainya. 

Untuk PTKIN, lulusan MAN 1 Surakarta benyak diterima di UIN Yogyakarta, UIN Malang, UIN Jakarta, UIN Semarang, UIN Bandung, IAIN Surakarta, IAIN Salatiga, dan lainnya. Untul kedinasan, banyak alumni masum di STMMC Yogyakarta, STTT Bandung, STTD Bekasi. Ada juga yang diterima di PT Luar Negeri, Turki, Emirat Arab, dan Bangladesh. Untuk perguruan tinggi swasta, lulusan MAN 1 Surakarta masuk ke Universitas Telkom  Bandung, Universitas Pertamina, Jakarta, Universitas Tri Sakti Jakarta, dan UMS Surakarta.

"Hal ini berimbas pada meningkatnya animo masyarakat menyekolahkan putra-putrinya di MAN 1 Surakarta," jelas Slamet. 

Jumlah pendaftar siswa baru tahun 2020 menembus angka 1.076 pendaftar, sementara kuota yang ada 420 siswa. Pendaftar tidak hanya dari wilayah Solo Raya namun juga luar Jawa. "Program MAPK dan MAN 1 Surakarta Program Boarding School Sains dan Riset merupakan salah satu daya tarik para pendaftar," tandasnya.(rm)