BILAL, Inovasi Dakwah Penyuluh Agama Islam Kabupaten Bekasi

Bekasi (Kemenag) --- Apa yang terlintas dibenak anda saat mendengar kata ‘Bilal’? Bagi umat muslim, kata itu tentunya mengingatkan kepada Bilal bin Rabah, sahabat Rasulullah pengumandang azan pertama kali. Dengan suara merdunya, lelaki berkulit hitam itu mengumandangkan kalimat-kalimat indah yang menyeru umat muslim untuk memenuhi panggilan Rabb-Nya. 

Keindahan kisah Bilal bin Rabah ini yang kemudian menginspirasi para Penyuluh Agama Islam (PAI) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, untuk melakukan inovasi dakwah. Para penyuluh yang tergabung dalam Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) dan Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam (FKPAI) memberikan layanan kepada masyarakat melalui mobil keliling yang diberi nama BILAL.

"BILAL merupakan singkatan dari Bimbingan Informasi Penyuluh Agama Islam Keliling. BILAL merupakan program dari Pokjaluh kepada FKPAI Kabupaten Bekasi. Dirintis untuk memberikan layanan kepada masyarakat," ungkap Ketua FKPAI Kabupaten Bekasi Achmad Suhaeri, Selasa (6/4/2021).

Bersama BILAL, para Penyuluh Agama Islam PNS dan Non PNS di Kabupaten Bekasi ini pun berkeliling ke seluruh pelosok Kabupaten Bekasi. Mobil minibus berwarna hijau tua metalik ini hadir dengan membawa berbagai layanan dan penyuluhan keagamaan. 

Berbagai layanan yang diberikan meliputi layanan kalibrasi arah kiblat, konsultasi zakat dan wakaf, bimbingan pernikahan dan keluarga, bimbingan kemasjidan dan majelis taklim, konsultasi permasalahan remaja dan narkoba, serta pembangunan kerukunan umat beragama.

"Kita datang ke lokasi-lokasi yang jauh serta terkendala sarana transportasi. Operator kita siap di sekretariat FKPAI berdasarkan jadwal. Kita catat laporan dan permintaan masyarakat, kemudian diagendakan untuk turun ke lapangan," jelas Achmad. 

Achmad menuturkan kehadiran BILAL ini diharapkan dapat menjadi bukti kehadiran penyuluh agama untuk memberikan solusi atas berbagai permasalahan yang dimiliki masyarat. "Nama Bilal mudah dikenali masyarakat. Para penyuluh yang mengoperasikan Bilal berusaha memberikan layanan terbaik dengan memberikan solusi atas pertanyaan masyarakat,"tuturnya.

Mudahnya mengingat nama BILAL, maka tak heran jika masyarakat pun dengan mudah mengenali mobil penyuluhan keliling ini. "Ketika di bengkel mobil, tukang bengkel minta konsultasi. Ketika datang ke suatu musala, ada anak-anak yang berteriak memanggil, 'Bilal... Bilal...' padahal mereka tidak tahu artinya," kisah Achmad. 

Tak hanya itu, sejak diluncurkan pada 13 Maret 2021 lalu, Achmad menuturkan banyak informasi terkait layanan Kemenag yang dapat disampaikan dengan lebih detil kepada masyarakat dengan beroperasinya BILAL. Salah satunya terkait dengan layanan dan fungsi Kantor Urusan Agama (KUA). “Masyarakat melihat KUA bukan hanya untuk menyelesaikan persoalan terkait pernikahan saja, tetapi lebih kepada masalah yang timbul sesudah pernikahan," pungkas Achmad. [Pirman]